Hay guys... Perkenalkan nama saya ilmin solikin. Pada blog ini saya mencritakan pengalaman saya bersekolah di SMPM 15 BRONDONG. Saya menceritakan pengalaman saya dari kelas 7 - 8 - 9. Yuk kita lihat.....
Hari pertama aku masuk sekolah,terasa agak aneh dan agak malu. Soalnya aku blom kenal anak-anak smpku dan yang bikin aku malu,pas aku nyari kelas aku dilihati anak-anak smpku yang blom aku kenal satupun(bisa dibilang Salting,hhehehehe...) setelah mencari kesana kemari,akhirnnyaaa.. akk menemukan kelasku,yaitu kelas VIII B. Pertama masuk kelas,aku msh agak malu. Krna saya sama sekali blom knal sma anak kls itu. Pas aku mencari kursi,sialnya akk mendapat kursi di bagian belakang. Mau gak mau ya aku harus duduk disitu,karna hanya bangku itu yang kosong. Pertama saya diajak kenalan sama anak satu kelas saya. Setelah beberapa minggu gak terasa aku sdh mngenal mereka semua, dari cwek hingga cwok.
Setelah beberapa bualan dan setelah mengikuti ujian semester,akhirnya aku dan teman satu kelasku naik kelas IX,yaitu kelas IX A. Kelasku berada di lantai dua sekolahku. Tepatnya diatas ruang kepala sekolah. Di kelas IX bagiku gak terlalu mengasikan. Tapi,pas akan diadakan study tour,aku dan semua anak kelas IX pastinya senang mendengar kabar tersebut. Sekolah kami mengadakan study tour ke pulau bali. Kami berangkat kesana pada tanggal ya saya tidaktau kapan tapi study tour pati akan diadaka
Inilah ceritaku.. Apa ceritamu... Heheheheh...
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Selasa, 16 Januari 2018
Teks Biografi Diri Sendiri Singkat
Namanya adalah ilmin solikin Lahir di lamongan 25 juli 2003, ia adalah anak ke dua dari empat bersaudara, buah dari pasangan sumiati dan kasan. ilmin adalah panggilan akrabnya, ia terlahir di keluarga yang sangat sederhana.
Ayahnya seorang Guru honorer di sebuah madrasah tsanawiyah blimbing, sedangkan Ibunya bekerja sebagai buruh di pabrik sepatu tak jauh dari rumahnya. Sejak kecil dia selalu di nasehati oleh ayahnya untuk selalu rajin beribadah, jujur dan baik terhadap sesama.
Ketika berumur 7 tahun, ia memulai pendidikan di SDN bliming 1, kemudian setelah lulus dia melanjutkan pendidikannya di SMPM15brondong di tahun 2013. Selepas lulus dari SMPN di tahun 2013, dia mengikuti Pamannya tinggal di kota Bogor dan melanjutkan pendidikannya dihikmah
Ketika menginjak kelas1, dia mengikuti lomba menulis puisi antar sekolah se-Kota , dan puisinya yang berjudul “ Senja di bukit sofa” menjadi juara ke 2dalam perlombaan tersebut.
Tentu saja ini membuat hatinya senang dan semakin bersemangat dalam menulis, terutama puisi-puisi bertemakan lingkungan. Baginya lingkungan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan karena lingkungan yang bersih dan asri dapat membuat jiwa manusia sehat dan kuat.
Selain itu ia juga aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah, Sinta bergabung dengan organisasi Pramuka dan juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah dinding sekolah.
Saat ini dia masih duduk di kelas 3 setelah lulus nanti gadis Sawo mateng ini berencana untuk melanjutkan kuliah di jurusan iT
Cara Mudah Membuat Papercraft Sendiri yang Baik dan Rapi
Cara Membuat Papercraft – Perkembangan papercraft akhir-akhir ini cukup berkembang pesat. Terbukti dengan banyak bentuk papercraft dari yang sederhana hingga terkesan rumit. Dari proses pengerjaan serta alat yang digunakan papercraft sangat jauh berbeda dari origami maupun kirigami.
Sebagai motivasi, kamu bisa menonton perjuangan seorang pemuda dalam membuat papercraft Gundam setinggi 2 meter berikut ini. Selamat menonton.
Walaupun seakan terpisah dari kedua kerajinan kertas lainnya seperti origami dan kirigami, papercraft sendiri memiliki kategori sendiri jika dilihat dari sisi peminat dan bentuk fisik hasil jadinya. Kategori tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Pepakura: kategori papercraft yang berbau Jepang, seperti tokoh anime atau manga, mulai dari bentuk sederhana hingga medium.
wiki.mozilla.org
2. Papertoy: kategori papercraft dengan bentuk simpel atau bisa juga hasil kreasi/karakter sendiri. Papercraft ini membawa unsur pop culture art, urban, dan trend terkini.
3. Papermodel: kategori papercraft yang mencoba mereplikasi benda asli. Sangat erat dengan arsitektur dan miniatur oleh karenanya kemiripan dengan objek aslinya sangat diperhitungkan skala dan detailnya.
Alat dan Bahan Papercraft
Jika ingin membuat papercraft dengan mudah haruslah mengetahui peralatan utama yang mesti dipersiapkan. Peralatan tersebut sebagian bisa kita dapatkan dengan mudah bahkan cuma-cuma dan sebagian lagi bisa kita dapatkan dengan membelinya di toko-toko tertentu.
1. Kertas
Bahan utama dalam pembuatan papercraft tentunya. Jenis kertas yang umum digunakan dalam papercraft memiliki ketebalan antara 100-230 gsm. Semakin besar ukuran model, maka akan lebih baik menggunakan kertas yang lebih tebal. Berikut penjelasan singkat mengenai jenis-jenis kertas yang umum digunakan dalam membuat papercraft.
HVS Ketebalan: 70-100 gsm Houtvrij Schrijpapier atau disingkat HVS merupakan kertas tulis yang bebas serta kayu. Terbuat dari bubur kertas yang tidak mengandung lignin, sehingga tidak mudah menjadi kuning jika diletakkan di bawah sinar lampu atau sinar matahari. Kertas jenis ini merupakan kertas yang paling tipis, biasanya sering digunakan oleh pemula sampai expert. Kertas HVS juga yang paling mudah didapatkan. Namun, untuk model papercraft dengan tinggi di atas 30 cm, jenis kertas ini tidak cocok digunakan karena tidak kokoh.
Inkjet Paper Ketebalan: 160-220 gsm Kertas jenis ini sangat cocok untuk membuat papercraft yang mengutamakan penampilan terutama kualitas warna. Ketika dicetak, warna kertas sangat terang dan bagus. Umumnya terdapat salah satu sisi kertas yang memang khusus untuk mencetak. Jenis ini biasa digunakan oleh pemula hingga expert.
Briefcard/BC Ketebalan: 160-220 gsm Kebanyakan digunakan oleh medium sampai expert. Kertas BC lumayan cocok untuk membuat model papercraft dengan tinggi diatas 30 cm karena kokoh dan tebal.
Glossy Photopaper Ketebalan: 100-220 gsm Kualitas cetak dari jenis kertas ini sangat bagus, warnanya terang dan mengkilap. Sangat cocok untuk model papercraft yang mengutamakan penampilan. Bisa digunakan untuk papercraft kecil atau besar.
Jasmine Ketebalan: 120-175 gsm Jenis kertas yang sering digunakan oleh ahli papercraft dunia untuk membuat Gundam. Kertas mirip StarDream, cocok dipakai untuk papercraft dengan kualitas tinggi dan mengkilap. Selain itu, kertas ini juga bisa dicetak melalui inkjet printer. Karena tebal, kertas Jasmine bisa digunakan untuk membuat model bertinggi di atas 30 cm.
StarDream Ketebalan: 120-220 gsm Jenis kertas yang sangat cocok untuk membuat model Gundam. Teksturnya yang licin, kaku, dan mengkilap akan menjadikan model papercraft terkesan nyata. StarDream sangat bagus bila dicetak dengan laser printer. Bisa digunakan untuk membuat model bertinggi hingga 40 cm.
Art Karton/Paper Ketebalan: 120-220 gsm Sering digunakan oleh medium hingga expert. Kertas semi mengkilap, kokoh, dan mudah ketika dibentuk. Bisa digunakan untuk model papercraft bertinggi lebih dari 30 cm.
Setelah membaca jenis-jenis kertas untuk papercraft, maka kita bisa menyimpulkan bahwa tekstur kertas ada yang mengkilap (glossy) dan tidak mengkilap (non-glossy/doff). Pertimbangan mengenai ketebalan kertas juga perlu diperhatikan, karena untuk membuat model papercraft yang tinggi tentu tidak bisa menggunakan kertas yang tipis.
Dari pertimbangan tersebut di atas kita diharuskan untuk memilih jenis kertas yang memang sesuai dengan kebutuhan.
Fungsi utama alat ini tentu saja untuk mencetak pola papercraft yang ingin kita buat. Untuk mendapatkan hasil warna serta kontras yang kita inginkan, cobalah untuk melakukan pengaturan pada printer. Pengaturan ini akan berbeda-beda tergantung dari jenis printer yang kita gunakan, jenis tinta, serta jenis kertas yang dipakai.
Sedapat mungkin, atur kualitas cetak ke mode paling bagus atau High, agar pencetakan pola papercraft lebih sempurna. Untuk mengatur warna, ada baiknya mencoba dulu di kertas HVS biasa sebelum menggunakan kertas dengan kualitas lebih bagus untuk pola papercraft. Jika sudah merasa cocok barulah dicetak di kertas tersebut.
Salah satu faktor penting yang memudahkan kita dalam membuat papercraft adalah dari faktor alat pemotong. Gunting dan cutter adalah yang paling umum digunakan oleh para seniman papercraft. Namun, ada sebuah alat yang juga dapat mempermudah dalam memotong pola-pola rumit, yaitu cutterpen.
Berbekal alat ini, kita bisa memotong pola yang bersudut tajam atau melingkar dengan sangat mudah. Hal tersebut karena cutterpen memiliki sudut yang lancip (sekitar 30 derajat) ditambah bentuknya yang mirip seperti pena sehingga pemotongan dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Untuk pemotongan pola yang lurus, penggaris bisa digunakan untuk membantu pengerjaannya. Selain itu, cuttingmat bisa juga kita gunakan sebagai alas potong papercraft ideal. Alas papan ini bersifat kenyal, anti selip, dan mampu menutup bekas sayatan secara otomatis (self-healing).
Scoring adalah proses menipiskan garis-garis lipatan yang ada pada pola papercraft dengan tujuan memudahkan pelipatan untuk menghasilkan lipatan yang lebih rapi. Alat untuk scoring bisa bermacam-macam.
Cutterpen bisa saja digunakan, namun harus dengan tekanan yang terukur. Salah sedikit saja, pola papercraft yang seharusnya ditipiskan malah terpotong. Pena yang telah habis tintanya, paperclip, serta peniti bisa juga kita gunakan untuk proses scoring papercraft.
Setelah pola dicetak, dipotong, ditipiskan, dan dilipat maka proses selanjutnya adalah menempelkan bagian-bagian kecil tersebut menjadi satu kesatuan model yang utuh.
Lem yang sering digunakan pada pembuatan papercraft adalah jenis lem Fox Stik, lem kayu besar, serta UHU. Gunakanlah sebuah tusuk gigi untuk membantu mengambil dan mengoleskan di bagian pola yang akan ditempelkan.
Kadang ada bagian papercraft yang berukuran sangat kecil sehingga sangat sulit dipegang dengan jari-jari kita. Oleh karenanya diperlukan sebuah alat untuk menjepit bagian-bagian kecil tersebut. Alat penjepit yang sering digunakan adalah pinset.
Bentuknya yang lurus dan panjang dapat kita gunakan untuk membantu proses pelipatan juga. Yaitu dengan menjepit kertas sejajar dengan arah panjang pinset dan kemudian pinset digerakkan sesuai arah lipatan.
Setelah mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat papercraft dengan mudah, sekarang adalah saatnya untuk langsung terjun ke lapangan.
Sebelum memulai, kita perlu mencetak pola papercraft yang kita inginkan terlebih dahulu. Jika bingung, kamu bisa memulai dengan mencari pola-pola papercraft yang bisa diunduh secara gratis di situs-situs berikut.
Dengan jumlah model papercraft yang dikelompokkan menjadi lebih dari 20 kategori, situs ini memiliki jumlah karakter dengan total lebih dari 400 buah. Oleh karena itu, situs ini merupakan salah situ terlengkap untuk mengunduh pola-pola papercraft tanpa biaya sepeserpun.
Karakter yang terdapat di situs ini mulai dari tokoh anime, karakter Disney, kendaraan perang, bangunan, serta tokoh-tokoh di film Star Wars juga ada.
Untuk mengunduh pola di situs ini, kamu mesti membaca tata cara yang diberikan secara seksama terlebih dahulu. Setelahnya membacanya hingga akhir, kamu akan diberikan password khusus untuk mengunduh pola pilihan kamu.
Pola dari situs ini wajib kamu unduh karena di dalamnya terdapat karakter-karakter khas dari Indonesia, seperti tokoh pewayangan, ondel-ondel, barong serta karakter anak berseragam SD.
Akan tetapi, sebelum mengunduh pola di situs ini kamu diharuskan “membayar” dengan membagikan artikel mereka terlebih dahulu ke sosial media. Jika sudah, link unduhan akan bisa kamu akses setelahnya.
Suka dengan karakter dari animasi Pixar? Kalau begitu kamu harus unduh pola mereka di situs papercraft ini. Karakter dari film animasi terkenal seperti Nemo dari Finding Nemo, Carl dan Russell dari Up serta si kucing manis Hello Kitty bisa kamu temukan polanya di sini.
Cara mengunduh di blog Paper Minions tergolong sangat mudah. Semua pola tersebut tersimpan di OneDrive secara online dengan format pdf.
Jadi, apakah tanganmu sudah mulai gatal setelah tahu bagaimana cara membuat papercraft yang keren? Langsung praktekkan teori-teori di atas sekarang juga.
Kamu bisa mulai dengan mengunduh pola dan mencetaknya dulu, lalu kemudian menyediakan peralatan “tempur” setelahnya. Teruslah berlatih hingga kamu mahir membuat kesenian kertas seru ini. Practice makes perfect!